Nie029’s Weblog











{Februari 4, 2008}   Menunggumu

Menunggu

 

 

(Surealisme)

Seandainya aku bias

Aku ingin kita kembali bersama

Menjalin sebuah cinta

Merajut kisah kasih asmara

Ohh…kasihku…

Sampai kapan aku harus menunggu

Menanti datangnya dirimu

Tuk kembali ke dalam pelukanku

 

 

 

 

Resah

 

(romantisme)

 

 

 

Ku pandangi langit kelam

Sepi…sunyi…senyap..

Diiringi hembusan angina malam

Bersama rembulan yang kian lenyap

 

 

Kini hatiku resah

Gundah…galau dan gelisah..

Ingin ku berlari tuk dapatkan

Dekapan malam dalam kedamaian

 

 

Biarlah

(realisme)

Aku sudah berlari

Mengejar yang tak pasti

Mengejarmu..hanya dirimu

Tapi engkau terus pergi

Tapi engkau terus berlari

Jadi biarkanlah aku disini

 

 

Biarlah..ku rela..

Melepasmu

Meninggalkan aku

Berikanlah aku

Kekuatan

Untuk lupakanmu

 

 

 

 

 

Tuhan

(mistisme)

 

 

 

Telah banyak dosa yang ku buat

Semua kesalah-kesalahan yang tersirat

Sudah saatnya aku bertaubat

Sebagai bekal nanti di akhirat

 

 

Oh…Tuhanku…

Hamba memohon ampun kepadamu

Dari segala dosa-dosa

Yang membawa hamba ke pintu neraka

BENTUK-BENTUK PUISI

 

1.Pantun

 

Jalan-jalan ke tepi pantai

Tak sengaja bertemu ular

Kalau kita Ingin pandai

Maka rajinlah belajar

 

2.Syair

 

Negeri bernama negeri Bestari

Raja adil serta berbudi

Mempunyai kuasa berkat illahi

Raja di sembah petang dan pagi

 

3.Karmina

 

Burung irian burung cendrawasih

Cukup sekian dan terima kasih

 

4.Talibun

 

Kalau pandai berkain panjang

Serupa dengan kain sarung

Lebih dari kain pelikat

 

Kalau pandai berinduk semang

Serupa dengan ibu kandung

Siang dan malam dijadikan tongkat

 

5.Gurindam

 

Kalau kita mau pacaran

Harus siap menjadi korban

 

6.Distikon

 

Dimata air didasar kolam

Kucari jawab teka-teki alam

 

7.Terzina

 

Ditengah-tengah tanaman muda

Petani berdiri dengan senangnya

Memandang ladang penuh dengan kekayaan

 

 

8.Kuatraint

 

Ketika matahari sudahlah hilang

Terbenam dipinggir ditepi danau

Dibalik gunung alam mulia

Gelaplah bumi gulita menyelang

 

9.Kuin

 

Matamu nanti kaca saja

Mulutmu nanti habis bicara

Darahmu nanti mengalir berhenti

Tepi kami segenap mengganti

Terus berdaya ke masyarakat jaya

 

10.Sekstet

 

Jika baying telah pudar

Dan elang laut pulang ke sarang

Angin bertiup ke benua

Tiang-tiang akan kering sendiri

Dan nakhoda sudah tau npedoman

Boleh engkau dating padaku

 

11.Septima

 

Ajal! Ajal!!

Betapa pulas tidurnya

Direlung pengap dalam

Siapa akan diserunya

Siapa leluhurnya

Lelaki yang luka

Melekat di punggung kuda

 

12.Stanza

 

Aku mencari

Di kebun India

Aku pesiar

Di kebun Yunani

Aku berjalan

Di tanah Roman

Aku mengembara

Di dunia barat

 

 

13.Soneta

 

Ayah

Lemas kau terkulai lemas

Keringat lemah mengucur deras

Panas terik tak kau hiraukan

Untuk mencari sesuap nasi

Setiap hari kau berusaha

Walaupun tenggorokan dahaga

Pergi bekerja di pagi buta

Mencoba mengusung segenap asa

 

Ayah…maafkan diriku

Yang selalu menyusahkan dirimu

Dan selalu merepotkanmu

 

Tetapi asal kau pun tau

Sampai kapan pun

Aku akan selalu menyayangimu

 

 



et cetera
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.